Enjoyjambi's Blog

Just another WordPress.com weblog

attribute to Syifah Fauziah Mediani (miss her so much T_T) February 16, 2011

Filed under: SHARING — enjoyjambi @ 12:49 pm

Dia adalah sahabat, tetangga sekaligus saudara perempuan saya. Mengenalnya adalah suatu anugerah dari Allah SWT.  Ada beberapa keinginan dan 1 janji saya kepadanya yang belum terpenuhi. Tidak bisa menemaninya di hari-hari sebelum kepergiannya kepangkuan Allah SWT adalah kesedihan yang harus saya hadapi. Iiq yang ceria, iiq yang semangat, iiq yang cantik, iiq yang manis, iiq yang cerewet, iiq yang baik, iiq yang pintar, iiq adikqu yang akan selalu kami rindukan. Semua adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya. Mudah-mudahan segala amal ibadahnya selama hidupnya di terima dan dosa-dosanya di ampuni oleh Allah SWT, dan  semoga kami berkumpul kembali di surga kelak. Amiin ya robbal ‘alamin. Love u adikqu Syifah Fauziah Mediani………..

 

This slideshow requires JavaScript.

 

Rumah Kedua Season II

Filed under: SHARING — enjoyjambi @ 12:24 pm

Harusnya tahun lalu saya telah mengupdate kisah Rumah Kedua, banyak perkembangan yang terjadi dari cerita itu. Dan saya tidak ingin kejadian ini terkikis begitu saja di memori saya yang sedikit lemah ini J, oleh karena itu harus saya tuangkan kembali kelanjutan kisah Rumah Kedua sebelumnya ke dalam blog ini, saya beri judul Rumah Kedua Season II (mau ngalahin sinetron Cinta Fitri… xixiiii :> ).

Yang pertama, Rumah itu kini semakin sepi, penghuninya tak lagi berjumlah 9 orang, tapi sudah berkurang menjadi 3 orang saja (benar-benar berkurang drastis), yang lainnya sudah pindah kerumahnya sendiri. Tapi setiap weekend mereka menginap dirumah nenek saya itu, suasana kembali ramai kalau ada mereka ^_^

Yang kedua, akhirnya pengumunan CPNS tahun 2009 keluar, dan dari 2 tes yang saya ikuti alhamdulillah hasilnya saya Tidak Lulus. Ya mungkin memang belum rezeki saya, tak apa asal saya bias tetap semangat, optimis dan terus bersyukur kepada Allah SWT maka harapan itu selalu ada. Karena memang orang tua tidak membolehkan saya bekerja diluar Propinsi Jambi dan mendambakan saya bekerja sebagai PNS, maka saya harus mencari pekerjaan ataupun yang penempatannya di daerah Jambi saja, walaupun nyatanya semakin sulit karena ruang lingkup yang diberikan orang tua semakin sempit, apalagi di tambah jurusan saya yang agak langka semakin memperkecil harapan saya untuk bekerja sesuai dengan minat saya, kesempatan kerja dan restu orang tua. Pada bulan Januari 2010 saya mendapat kesempatan bekerja di sebuah Kontraktor yang kebetulan lokasinya sangat dekat dengan rumah saya, lumayan itung-itung ngirit biaya bensin motor saya, hehe… Tidak berlangsung lama hanya berkisar kurang lebih 4 bulan, karena Alhamdulillah saya mendapat tawaran lain untuk bekerja sebagai Tenaga Honorer di salah satu instansi pemerintahan Kabupaten Bungo. Berhubung Tenaga Honorer lain di wilayah Kabupaten Bungo yang telah mengabdi hingga tahun 2005 sudah diangkat menjadi PNS berdasarkan hasil pendataan (Database) periode tahun 2009-2010, maka lowongan menjadi Tenaga Honorer cukup banyak saat itu dan menarik perhatian saya, karena saya dan tentu saja tenaga honorer baru lainnya memiliki harapan yang besar bisa mendapatkan kesempatan juga diangkat menjadi PNS di pendataan pegawai honorer untuk di angkat menjadi PNS berikutnya.

Sambil menunggu tes CPNS tahun 2010 dan kebetulan lokasi kantor tempat saya bekerja sebagai honorer juga sangat dekat sekali dengan rumah saya, memang tidak ada salahnya saya mengambil kesempatan untuk bekerja sebagai honorer tersebut dan keluar dari pekerjaan lama saya di kontraktor sebelumnya. Saya lupa (tuh kan tanda-tanda pikun kembali muncul) tepatnya tanggal berapa dan bulan apa saya kembali mengikuti tes tertulis CPNS BPN RI untuk periode Tahun 2010 dan kemudian selang beberapa lama (lupa juga tepatnya berapa lama..heheh :p) pengumuman hasil tes tertulis di umumkan, alhamdulillah saya Lulus (semangat saya bisa menjadi PNS Tahun 2010 makin membara nih…hehe). Setelah lulus saya mngikuti tes berikutnya yaitu Wawancara di Kota Palembang tepatnya di Kanwil BPN Propinsi Sumatera Selatan. Sekalian jalan-jalan nih pikir saya waku itu, ternyata ayah saya merental mobil beserta supirnya (berhubung kita ga tau jalan di Palembang) untuk mengantarkan saya mengikuti tes, padahal awalnya saya ingin pergi sendirian atau paling tidak berdua dengan ayah saya saja kesana menggunakan travel, toh saya sudah biasa pergi sendirian menggunakan travel, dan koq berasa childish banget ya pake diantar-antar ortu segala, padahal alhamdulillah saya sudah mendapat info yang sangat jelas mengenai lokasi tempat tes dan hotel tempat saya menginap nanti. Tapi walau begitu, saya, ayah dan teman ayah yang menjadi supirnya berangkat juga ke Palembang. Hari-hari menjelang tes tersebut adalah salah satu momen yang paling menakutkan dalam hidup saya (agak lebai sih kedengarannya tapi beneran kog) walaupun sudah pernah di wawancara sebelumnya tapi mungkin karena saya menaruh harapan besar untuk memiliki kesempatan bekerja di BPN dan saya memang tipe orang yang gampang gugup serta gemetaran membuat suasana menjelang hari-H makin mencekam (seriussss….).

Tapi insyaAllah saya sudah berdo’a dan berusaha sungguh-sungguh, tinggal pasrah dengan keputusan Allah SWT saja karena saya tau Dia selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya, dan kalaupun saya gagal lagi di tes BPN ini saya akan tetap terus mencoba tes PNS di instansi lain di periode selanjutnya. Sambil menunggu Hasil tes wawancara yang merupakan tes tahap terakhir untuk menjadi PNS di BPN RI maka saya berkesempatan mengikuti tes PNS di Kabupaten Bungo, Jambi pada tanggal 5 Desember 2010, bukan tanpa alasan saya bisa mengingat tepat tanggalnya, tidak lupa seperti hal-hal lainnya di hidup saya, karena pada tanggal 3 Desember 2010 sahabat, tetangga saya di Jambi, yang sudah saya anggap seperti saudara perempuan sendiri, adik saya Syifah Fauziah Mediani berpulang ke Rahmatullah. Sebuah mobil truk menabrak motor yang ia kendarai dari belakang membuatnya meninggal ditempat. Sungguh merupakan kejadian yang amat sangat mengejutkan bagi keluarga dan para sahabat, karena tidak ada firasat dari orang tua maupun tanda-tanda sebelumnya, memang Kematian adalah salah satu misteri dan kuasa Allah SWT lah yang tidak dapat kita elakkan. Mudah-mudahan segala amal ibadah almh diterima dan dosa-dosanya di ampuni oleh Allah SWT, diberikan kelapangan kuburnya dan kelak menjadi penghuni surga bersama kita semua, amiin ya rabbal ‘alamin. Insyaallah pada halaman lain akan saya tulis khusus mengenai almarhumah.

Pengumuman BPN dan pemda Bungo keluarnya hampir bersamaan, hanya selang kurang lebih 1 minggu. Alhamdulillah Kedua-duanya menyatakan saya Lulus. Saat itu malah membuat saya bingung dan dilema bukan main untuk memilih yang mana tanpa menghilangkan rasa yukur saya yang begitu besar kepada Allah SWT tentu saja, apakah saya pilih BPN saja karena bekerja disini memang merupakan keinginan besar saya, sudah 2x pula saya mengikuti seleksinya dan saya sudah mengikuti tesnya sampai ke Palembang ataukah saya memilih Pemda Bungo karena orang tua saya menginginkan saya sebagai anak perempuan pertama bekerja tidak jauh dari orang tua????? Dengan berbagai pertimbangan dan konflik yang terjadi dalam diri saya akhirnya saya memilih untuk melanjutkan perjuangan karir saya di Pemda Bungo walau dengan berat hati (karena sampai menulis kisah inipun saya masih sedih kalau teringat saya menelpon ke BPN RI di Jakarta untuk mengundurkan diri).

Sekarang saya masih bekerja sebagai honorer disalah satu instansi Pemerintah Kabupaten Bungo sambil menunggu SK Capeg yang tidak jelas kapan keluarnya. Dan berharap bisa sering-sering berkunjung ke Rumah Kedua, berjumpa dan melepas rindu dengan para penghuninya, makan masakan nenek, jalan-jalan dengan mereka, nonton bioskop, ke Mall yang memang belum ada di Kabupaten Bungo (hikss..mudah-mudahan cepat didirikan…amin), serta mengunjungi sahabat-sahabat lama di Jambi. Untuk para Tenaga Honorer di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo tetap bekerja sebaik mungkin dan mudah-mudah kalian cepat diangkat sebagai PNS pada Pendataan (Database) berikutnya. Serta buat teman-teman sekalian yang sedang berjuang mencari pekerjaan, mudah-mudahan segera mendapat pekerjaan terbaik dan tetap Semangat. Teruslah berusaha, berdo’a dan bersyukur. ^_^

 

HUT KABUPATEN BUNGO KE 45 February 10, 2011

Filed under: Bungo,Jambi Province,News,TOUR,Uncategorized — enjoyjambi @ 2:28 pm

Pada bulan Oktober tahun 2010 yang lalu Kabupaten Bungo, Propinsi Jambi merayakan Hari jadinya yang ke – 45 dengan berbagai kegiatan, berikut beberapa foto dari perayaan tersebut :

 

PIDATO ANAK 12 TAHUN, Mengheningkan Ruang Sidang PBB. February 2, 2011

Filed under: ECONOMY,EDUCATION,News,Uncategorized — enjoyjambi @ 12:51 pm

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesairuang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”. Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. SAYA MENANTANG A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: “Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ? tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “???? ??? ??? ??? ??? ???

*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.

(sumber: http://www.tokomarwa.com/index.php?pg=artikel&noid=217)

 

contoh Tanaman Obat July 7, 2010

Filed under: Bungo,HEALTHY,Jambi Province — enjoyjambi @ 11:34 am
Tags: , , ,

 

 

 

 

 

Sekilas Gambaran Pembangunan Kabupaten Bungo Propinsi Jambi June 17, 2010

Filed under: Bungo,Jambi Province,TOUR,Uncategorized — enjoyjambi @ 10:09 am
Tags: , , ,
Jalan di Kabupaten Bungo

Jalan di Kabupaten Bungo

Jalan di Kabupaten Bungo

Jalan di Kabupaten Bungo

PERPUSTAKAAN DAERAH

PERPUSTAKAAN DAERAH

Jalan di Kabupaten Bungo

Jalan di Kabupaten Bungo

PEMBANGUNAN RSUD H. HANAFIE MA. BUNGO

PEMBANGUNAN RSUD H. HANAFIE MA. BUNGO

 

Sekilas Gambaran Pedesaan di Kabupaten Bungo, Jambi May 8, 2010