Enjoyjambi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Rumah Kedua Season II February 16, 2011

Filed under: SHARING — enjoyjambi @ 12:24 pm

Harusnya tahun lalu saya telah mengupdate kisah Rumah Kedua, banyak perkembangan yang terjadi dari cerita itu. Dan saya tidak ingin kejadian ini terkikis begitu saja di memori saya yang sedikit lemah ini J, oleh karena itu harus saya tuangkan kembali kelanjutan kisah Rumah Kedua sebelumnya ke dalam blog ini, saya beri judul Rumah Kedua Season II (mau ngalahin sinetron Cinta Fitri… xixiiii :> ).

Yang pertama, Rumah itu kini semakin sepi, penghuninya tak lagi berjumlah 9 orang, tapi sudah berkurang menjadi 3 orang saja (benar-benar berkurang drastis), yang lainnya sudah pindah kerumahnya sendiri. Tapi setiap weekend mereka menginap dirumah nenek saya itu, suasana kembali ramai kalau ada mereka ^_^

Yang kedua, akhirnya pengumunan CPNS tahun 2009 keluar, dan dari 2 tes yang saya ikuti alhamdulillah hasilnya saya Tidak Lulus. Ya mungkin memang belum rezeki saya, tak apa asal saya bias tetap semangat, optimis dan terus bersyukur kepada Allah SWT maka harapan itu selalu ada. Karena memang orang tua tidak membolehkan saya bekerja diluar Propinsi Jambi dan mendambakan saya bekerja sebagai PNS, maka saya harus mencari pekerjaan ataupun yang penempatannya di daerah Jambi saja, walaupun nyatanya semakin sulit karena ruang lingkup yang diberikan orang tua semakin sempit, apalagi di tambah jurusan saya yang agak langka semakin memperkecil harapan saya untuk bekerja sesuai dengan minat saya, kesempatan kerja dan restu orang tua. Pada bulan Januari 2010 saya mendapat kesempatan bekerja di sebuah Kontraktor yang kebetulan lokasinya sangat dekat dengan rumah saya, lumayan itung-itung ngirit biaya bensin motor saya, hehe… Tidak berlangsung lama hanya berkisar kurang lebih 4 bulan, karena Alhamdulillah saya mendapat tawaran lain untuk bekerja sebagai Tenaga Honorer di salah satu instansi pemerintahan Kabupaten Bungo. Berhubung Tenaga Honorer lain di wilayah Kabupaten Bungo yang telah mengabdi hingga tahun 2005 sudah diangkat menjadi PNS berdasarkan hasil pendataan (Database) periode tahun 2009-2010, maka lowongan menjadi Tenaga Honorer cukup banyak saat itu dan menarik perhatian saya, karena saya dan tentu saja tenaga honorer baru lainnya memiliki harapan yang besar bisa mendapatkan kesempatan juga diangkat menjadi PNS di pendataan pegawai honorer untuk di angkat menjadi PNS berikutnya.

Sambil menunggu tes CPNS tahun 2010 dan kebetulan lokasi kantor tempat saya bekerja sebagai honorer juga sangat dekat sekali dengan rumah saya, memang tidak ada salahnya saya mengambil kesempatan untuk bekerja sebagai honorer tersebut dan keluar dari pekerjaan lama saya di kontraktor sebelumnya. Saya lupa (tuh kan tanda-tanda pikun kembali muncul) tepatnya tanggal berapa dan bulan apa saya kembali mengikuti tes tertulis CPNS BPN RI untuk periode Tahun 2010 dan kemudian selang beberapa lama (lupa juga tepatnya berapa lama..heheh :p) pengumuman hasil tes tertulis di umumkan, alhamdulillah saya Lulus (semangat saya bisa menjadi PNS Tahun 2010 makin membara nih…hehe). Setelah lulus saya mngikuti tes berikutnya yaitu Wawancara di Kota Palembang tepatnya di Kanwil BPN Propinsi Sumatera Selatan. Sekalian jalan-jalan nih pikir saya waku itu, ternyata ayah saya merental mobil beserta supirnya (berhubung kita ga tau jalan di Palembang) untuk mengantarkan saya mengikuti tes, padahal awalnya saya ingin pergi sendirian atau paling tidak berdua dengan ayah saya saja kesana menggunakan travel, toh saya sudah biasa pergi sendirian menggunakan travel, dan koq berasa childish banget ya pake diantar-antar ortu segala, padahal alhamdulillah saya sudah mendapat info yang sangat jelas mengenai lokasi tempat tes dan hotel tempat saya menginap nanti. Tapi walau begitu, saya, ayah dan teman ayah yang menjadi supirnya berangkat juga ke Palembang. Hari-hari menjelang tes tersebut adalah salah satu momen yang paling menakutkan dalam hidup saya (agak lebai sih kedengarannya tapi beneran kog) walaupun sudah pernah di wawancara sebelumnya tapi mungkin karena saya menaruh harapan besar untuk memiliki kesempatan bekerja di BPN dan saya memang tipe orang yang gampang gugup serta gemetaran membuat suasana menjelang hari-H makin mencekam (seriussss….).

Tapi insyaAllah saya sudah berdo’a dan berusaha sungguh-sungguh, tinggal pasrah dengan keputusan Allah SWT saja karena saya tau Dia selalu memberikan yang terbaik bagi umatnya, dan kalaupun saya gagal lagi di tes BPN ini saya akan tetap terus mencoba tes PNS di instansi lain di periode selanjutnya. Sambil menunggu Hasil tes wawancara yang merupakan tes tahap terakhir untuk menjadi PNS di BPN RI maka saya berkesempatan mengikuti tes PNS di Kabupaten Bungo, Jambi pada tanggal 5 Desember 2010, bukan tanpa alasan saya bisa mengingat tepat tanggalnya, tidak lupa seperti hal-hal lainnya di hidup saya, karena pada tanggal 3 Desember 2010 sahabat, tetangga saya di Jambi, yang sudah saya anggap seperti saudara perempuan sendiri, adik saya Syifah Fauziah Mediani berpulang ke Rahmatullah. Sebuah mobil truk menabrak motor yang ia kendarai dari belakang membuatnya meninggal ditempat. Sungguh merupakan kejadian yang amat sangat mengejutkan bagi keluarga dan para sahabat, karena tidak ada firasat dari orang tua maupun tanda-tanda sebelumnya, memang Kematian adalah salah satu misteri dan kuasa Allah SWT lah yang tidak dapat kita elakkan. Mudah-mudahan segala amal ibadah almh diterima dan dosa-dosanya di ampuni oleh Allah SWT, diberikan kelapangan kuburnya dan kelak menjadi penghuni surga bersama kita semua, amiin ya rabbal ‘alamin. Insyaallah pada halaman lain akan saya tulis khusus mengenai almarhumah.

Pengumuman BPN dan pemda Bungo keluarnya hampir bersamaan, hanya selang kurang lebih 1 minggu. Alhamdulillah Kedua-duanya menyatakan saya Lulus. Saat itu malah membuat saya bingung dan dilema bukan main untuk memilih yang mana tanpa menghilangkan rasa yukur saya yang begitu besar kepada Allah SWT tentu saja, apakah saya pilih BPN saja karena bekerja disini memang merupakan keinginan besar saya, sudah 2x pula saya mengikuti seleksinya dan saya sudah mengikuti tesnya sampai ke Palembang ataukah saya memilih Pemda Bungo karena orang tua saya menginginkan saya sebagai anak perempuan pertama bekerja tidak jauh dari orang tua????? Dengan berbagai pertimbangan dan konflik yang terjadi dalam diri saya akhirnya saya memilih untuk melanjutkan perjuangan karir saya di Pemda Bungo walau dengan berat hati (karena sampai menulis kisah inipun saya masih sedih kalau teringat saya menelpon ke BPN RI di Jakarta untuk mengundurkan diri).

Sekarang saya masih bekerja sebagai honorer disalah satu instansi Pemerintah Kabupaten Bungo sambil menunggu SK Capeg yang tidak jelas kapan keluarnya. Dan berharap bisa sering-sering berkunjung ke Rumah Kedua, berjumpa dan melepas rindu dengan para penghuninya, makan masakan nenek, jalan-jalan dengan mereka, nonton bioskop, ke Mall yang memang belum ada di Kabupaten Bungo (hikss..mudah-mudahan cepat didirikan…amin), serta mengunjungi sahabat-sahabat lama di Jambi. Untuk para Tenaga Honorer di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bungo tetap bekerja sebaik mungkin dan mudah-mudah kalian cepat diangkat sebagai PNS pada Pendataan (Database) berikutnya. Serta buat teman-teman sekalian yang sedang berjuang mencari pekerjaan, mudah-mudahan segera mendapat pekerjaan terbaik dan tetap Semangat. Teruslah berusaha, berdo’a dan bersyukur. ^_^

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s