Enjoyjambi's Blog

Just another WordPress.com weblog

PIDATO ANAK 12 TAHUN, Mengheningkan Ruang Sidang PBB. February 2, 2011

Filed under: ECONOMY,EDUCATION,News,Uncategorized — enjoyjambi @ 12:51 pm

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesairuang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”. Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. SAYA MENANTANG A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: “Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ? tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “???? ??? ??? ??? ??? ???

*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.

(sumber: http://www.tokomarwa.com/index.php?pg=artikel&noid=217)

Advertisements
 

Plantation , Poultry, & Fishery in Bungo Regency December 22, 2009

Filed under: ECONOMY — enjoyjambi @ 11:45 am
Tags: , ,

1. Plantation

Plantation are very potential in Bungo Regency, commonly people’s plantation with mostly Rubber plant with total land area 89,030 acre. Second largest plantation are Oil Palm with land area of  36,062 Ha.

Mostly owner of the oil palm plantation are private and state-owned corporation.

2.   Poultry

The amount of poultry in Bungo Regency as follows : 16,658 Cows, 10,291 Buffaloes, 10,931 Goats and 5,749 Sheep. While animal husbandry in  Bungo Regency are : 13,660  Ducks, 4.339 Big Duck, 178,795 Free Range Chicken 17.191.725 and 60,667 Broiler. Compare to previous year added by 15.982.048 Sheep.

3.   Fishery

There are 41,86 ton of fishery product in Bungo Regency, decreased 48.1 % compare to previous year.

Bungo in Figure. 2006.

 

Pengungsi Sri Lanka Tinggalkan Tanjungpinang December 20, 2009

Filed under: ECONOMY — enjoyjambi @ 5:22 am
Tags: ,

Bagaimanakah kabar pengungsi Sri Lanka yang keberadaannya ditolak pemerintah Riau karena Riau sebagai kepulauan tidak siap untuk menampung para pengungsi itu? Dari uraian berita Liputan 6 tanggal 19/12/2009 pukul 19:39 WIB didapat informasi bahwa Sebanyak 15 orang pengungsi Tamil, Sri Lanka, Sabtu (19/12) pagi tadi meninggalkan pusat tahanan imigrasi Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Para pengungsi itu meninggalkan Tanjungpinang menuju Batam dengan feri sebelum kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Mereka bersedia meninggalkan Tanjungpinang setelah memperoleh kepastian tempat negara penjamin suaka, yakni Australia dan Kanada. Kelima belas pengungsi tersebut adalah bagian dari puluhan pengungsi Sri Lanka yang diselamatkan di perairan Indonesia oleh kapal Australia Oceanic Viking. Hal itu terjadi setelah kapal yang mereka tumpangi tenggelam di Perairan Internasional dekat Indonesia.

Sebagian besar pengungsi Tamil, Sri Lanka tersebut menolak turun dari Kapal Oceanic Viking karena khawatir dipenjara. Hal itu membuat kasus ini berlarut-larut. Ditambah lagi adanya silang pendapat terkait tanggung jawab antara pemerintah Australia dan Indonesia [baca: Izin Tinggal Oceanic Viking Diperpanjang].

Australia yang merupakan negara tujuan sebagian besar pencari suaka asal Sri Lanka, Irak dan Afghanistan, saat ini berupaya membendung serbuan para pengungsi. Untuk itu, Australia telah bekerja sama dengan badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi pengungsi (UNHCR).

Sedangkan berdasarkan Tanggapan Deplu Terhadap Petisi Mengenai Pengungsi Sri Lanka di Merak adalah sebgai berikut:

Senin, 07 Desember 2009

No. 113/PR/XII/2009/53

Menanggapi petisi yang disampaikan oleh solidaritas Masyarakat Sipil untuk pencari suaka dan pengungsi mengenai para pengungsi Sri Lanka di Merak, pada hari Jum’at tanggal 4 Desember 2009, Disampaikan hal-hal sebagai berikut:

Dalam menangani masalah pengungsi dan masalah kemanusiaan lainnya, Pemerintah RI berpegang pada prinsip penghormatan pada hak asasi manusia, hukum nasional dan hukum internasional.

255 pengungsi Sri Lanka saat ini masih berada di atas kapal yang membawa mereka masuk ke wilayah Indonesia dan mereka menolak untuk turun dan memilih untuk tetap tinggal di atas kapal tersebut sampai ada jaminan akan diterima bermukim di Australia.

Negara manapun, termasuk Indonesia , tidak dapat mentolerir masuknya warga negara asing ke wilayahnya secara illegal. Oleh karena itu aparat keamanan RI berhak untuk melakukan tindakan pengamanan dan pemeriksaan terhadap latar belakang para pengungsi tersebut. Hal ini diperkuat dengan  diperolehnya  informasi bahwa terdapat orang yang diduga memiliki latar belakang kriminal diantara para pengungsi tersebut.

Indonesia tidak pernah menerima bantuan berupa uang dari Pemerintah Australia seperti yang dilansir oleh media di Australia terkait dalam penanganan pengungsi ini.

Pemerintah RI memiliki komitmen yang tegas untuk menyelesaikan masalah ini secepatnya secara manusiawi, sesuai hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (sumber: Dit. Keamanan Diplomatik).