Enjoyjambi's Blog

Just another WordPress.com weblog

PIDATO ANAK 12 TAHUN, Mengheningkan Ruang Sidang PBB. February 2, 2011

Filed under: ECONOMY,EDUCATION,News,Uncategorized — enjoyjambi @ 12:51 pm

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki, seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization (ECO). ECO sendiri adalah sebuah kelompok kecil anak yg mendedikasikan diri untuk belajar dan mengajarkan pada anak” lain mengenai masalah lingkungan. Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Severn yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesairuang sidang penuh dengan orang terkemuka yg berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun. Inilah Isi pidato tersebut: (Sumber: The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi.Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja. Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.

Saya berada disini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar. Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar. Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara. Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.

Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang? Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!

Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita. Anda tidak tahu bagaimana cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya. Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah. Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi, dan anda semua adalah anak dari seseorang. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut. Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama. Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.

Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan. Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi. Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi. Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .

Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah? Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India. Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini. Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?

Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.” Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu”. Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. SAYA MENANTANG A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut. Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

***********

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam satu ruang sidang Konperensi PBB, membungkam seluruh orang-orang penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya. Setelah pidatonya selesai serempak seluruh orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun itu. Dan setelah itu, ketua PBB mengatakan dalam pidatonya: “Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya disekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun, yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembarpun naskah untuk berpidato. Sedangkan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh asisten saya kemarin. Saya ? tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun “???? ??? ??? ??? ??? ???

*Tolong sebarkan tulisan ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kitalah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia.

(sumber: http://www.tokomarwa.com/index.php?pg=artikel&noid=217)

 

Orthophoto January 1, 2010

Filed under: EDUCATION — enjoyjambi @ 6:10 am
Tags:

An orthophoto or orthophotograph is an aerial photograph that has been geometrically corrected (“orthorectified”) such that the scale of the photograph is uniform, meaning that the photo can be considered equivalent to a map. Unlike an uncorrected aerial photograph, an orthophotograph can be used to measure true distances, because it is an accurate representation of the earth’s surface, having been adjusted for topographic relief, lens distortion, and camera tilt.
Orthophotographs are commonly used in the creation of a Geographic Information System (GIS). Software such as ArcInfo or MetaMap can display the orthophoto and allow an operator to ‘digitize’ or place linework, text annotations or geographic symbols, such as hospital or fire stations. In addition, there are a few software products that can process the orthophoto and produce the linework automatically within a certain percentage of accuracy.
Orthophotographs have the positive attributes of a photograph such as detail and timely coverage, and the positive attributes of a map including uniform scale and true geometry. This enables the orthophotographs to be used in their primary role as a backdrop onto which map features can be overlaid. Orthophotos represent the primary use of remote sensing imagery.

Orthophotos are now created by scanning an aerial photograph and converting it into a raster image file format. A digital terrain model is then added as a means of collecting ground points to indicate the changes in elevation. When control points are identified on the aerial photos, stereomodels are developed and geometric distortions are estimated. The image is rectified and georeferenced using mathematical models of photogrammetry for the removal of tilt, terrain, atmospheric and other digital image distortions

Orthophotoscope

The orthophotoscope, an optical device, was used initially to produce orthophotos. The first instruments designed to produce orthophotographs were by Lacmann in Germany and Ferber in France at the beginning of the 1930’s. After Ferber’s design, a series of designs were built by the Gallus firm and tested by the “Service Geographique de l’Armee” as well as the French Cadastral Service. Neither agency decided to adopt orthophotography.
In 1955, Russell Bean of the Topographic Branch of the U.S. Geological Survey invented the Orthophotoscope, which was initially used to make orthophotographs for use by geologists of the same agency. This was the first orthophotoscope that was used to produce orthophotoquads (rectified air photos). The T-64 model was a modified Kelsh analog stereoplotter that profiled the stereomodel while the operator manually raised and lowered the film level based on the terrain height. Successful model designs were produced by the USGS such as the U-60, T-61 and in 1964, the T-64 model that was put into production by the Kelsh Instrument Company. It was sold to Canada, Greece and to the U.S. Geogeological Survey. The operation of an orthophotoscope is similar to tracing correct planimetry from a stereomodel, as it continually adjusts the floating dot to keep it in contact with the terrain surface. After the aperture has moved across the stereomodel along one scan line, it is stepped in a vertical position that is the distance equal to the width of the aperture and the next scan line is exposed.
An air photo is acquired by a large format camera that is mounted in a stabilized position with the camera pointing straight down at the earth’s surface to record the images in flight lines. A pair of photos is used for determining the relative difference in elevation. During a flight line, each photograph overlaps the previous one by 65%, which is called an endlap. This overlap allows the viewing of a stereomodel, which is a three-dimensional model of terrain elevation. A parallel flight line captures images with sidelap of about 25%.
Aerial photographs appear in various formats and sizes. A 240 mm (9 inch) format specifies a square photograph 240 millimeters on the side, and a 35mm format specifies a film with an imaging area that is 24mm by 36mm. Camera systems based on 35mm and 70mm film are considered to be small format. Cameras that use 240 mm film are considered to be large format. Large format cameras are often used to take aerial photographs that will be used for the development of an orthophoto. These cameras are taken onto specialized aircraft that are designed for taking photographs, and they are able to support aerial photography with precise positioning and flight control.

Digital Conversion Process

In the digital process, the development of orthophotos must go through a process called differential rectification or orthorectification, which is a point-by-point correction of the scale and relief displacements normally resulting from variations in elevation between the aircraft and the topography over which the aircraft flies. The aircraft is flown at normal range heights using a standard wide-angle camera. The orthophotograph is created with a stereomodel of the terrain, the same approach adopted in plotting a conventional line map from aerial photographs using a stereo-plotting machine. The process applies the corrections to photographs prior to digitization, in which a photograph is scanned to produce a digital raster image. Aerial photographs are produced into digital orthophotos by dividing the given area of a photograph into very small, equal sized pixels. The geometric correction of aerial photographs requires the calculating of distortion at each point, and then shifting the image to the proper location. To produce an orthophotograph, the overlapping photographs are set up similarly to using a stereomodel, in which the plotting machine is replaced by a narrow opening, by which only one of the images is admitted through filtering to be recorded onto a film sheet. Instead of continuously following individual features, such as roads, field boundaries, streams, as done by a measuring mark, the aperture is made to transverse the stereomodel systematically in a series of parallel tranverses, forming a raster pattern to ensuree that all details present in the stereo model is recorded orthogonally on the film below.
The digital photograph is registered when each pixel is placed in its precise geographic position by a program that takes into consideration the camera location, the orientation of the camera platform, and the heights of all points in the grid of the area photographed. In the photogrammetric method, it “combines ground-surveyed measurements with measurements taken on aerial images to provide precise, orthographically correct coordinate locations.” This process requires the measurement of the photo coordinates and their combination of x, y, and z coordinates. Photo coordinates can be measured using a ruler or calipers, but they are usually measured using digital methods. The displacement is then calculated for each point in the raster image, and distortion is removed for each raster cell.
Multiple photographs can be analyzed, corrected and mosaiced all at once by a process called “bundle adjustment”, in which interrelated sets of equations are used to find a globally optimum set of corrections across all photographs. If a photo is black and white, each pixel is assigned a single numerical value corresponding to its light intensity. Color orthophotos are handled in an analogous way by transforming a vector of light intensities for different color bands into a single number. After the model has been scanned, the film is then developed as a negative orthophotograph, and it would usually be brought to the required scale by appropriate scaling or setting of the stereo-model, and can enlarged or reduced by the user if the scaling has not been adjusted after being scanned.

Selengkapnya >>

 

TOEFL:Institutional Testing Program for English Proficiency December 22, 2009

Filed under: EDUCATION — enjoyjambi @ 11:36 am
Tags: ,

Give Quality English Language Tests in Your Classroom

The Institutional Testing Program provides convenient, affordable English proficiency tests that can be used for institutional placement, progress evaluation, exit testing, and other situations that don’t require a secure environment. More than 400,000 ITP tests are administered worldwide each year, and that number continues to grow. The TOEFL ITP consists of previously administered TOEFL English language tests and is used to evaluate English as a second language skill for academic purposes.

What is TOEFL ITP?

The TOEFL Institutional Testing Program (ITP) tests English proficiency at the intermediate to advanced levels. It is composed of previously administered TOEFL paper-based tests.

The exam uses an academic context to evaluate nonnative speakers’ skills in

  • Listening Comprehension
  • Structure and Written Expression
  • Reading.

Multiple test forms exist, and the test can be administered throughout the year. Your institution orders the number of test books it desires from ETS or your ETS preferred vendor. Once you receive the testing materials, you use your own staff and facilities to administer the test whenever you wish.

Institutions are licensed to administer TOEFL ITP and Pre-TOEFL tests to individuals or to groups. The time required for administration is approximately two hours for the TOEFL ITP and 1.5 hours for Pre-TOEFL tests.

After the test, examinee answer sheets are returned to ETS or to your TOEFL representative for scoring. Scores are available approximately three to seven days after receipt of the answer sheets.

Each section is scored separately to assist you in determining which skills need more work, enabling you to tailor learning activities to meet the needs of each student.

Who Should Use TOEFL ITP?

TOEFL ITP provides a convenient and affordable assessment of English language proficiency for

  • Secondary schools
  • Colleges and universities
  • English-language programs
  • Governments
  • Agencies

Although the test content is the same as in the paper-based TOEFL test, it is important to understand that TOEFL ITP is not used for the same purposes as the TOEFL test.

The TOEFL test is an official test administered by ETS under secure conditions. Its scores can be used by institutions to make important decisions, such as whether or not to admit a student. TOEFL ITP, conversely, consists of previously administered TOEFL paper-based tests that your program administers for its own internal use.

How Should You Use TOEFL ITP?

Your program should use TOEFL ITP to make internal decisions such as

  • Placing individuals in appropriate English courses
  • Assessing progress
  • Exiting a program
  • Measuring a program’s effectiveness
  • Screening for exchange programs or scholarships
  • Awarding academic credit
  • Fulfilling a language requirement
  • Assessing faculty or other professional-level staff

TOEFL ITP scores should NOT be sent to other institutions.

How Can My Program Administer TOEFL ITP?

There are multiple forms available of the test, and customers can conduct testing throughout the year. ETS provides programs with manuals that contain thorough instructions on administering the TOEFL ITP test. Each institution is responsible for keeping its test forms as secure as possible to maintain the integrity of the program. TOEFL ITP tests are to be administered only to students attending your own institution.

Why Is TOEFL ITP the Ideal Choice for My Program?

TOEFL ITP is the leading on-site testing program in the world. Every year, more than 1,500 institutions and agencies from around the globe administer 300,000+ ITP tests.

TOEFL ITP is ideal for your program because it is:

  • Reliable, based on the TOEFL test, the most trusted English-language assessment in the world.
  • Available on demand. YOU choose your test date.
  • Convenient. You use YOUR OWN facilities and staff to administer the test and return the materials to ETS for accurate scoring.
  • Flexible, containing multiple test forms, allowing you to test throughout the year.
  • Quick to deliver scores, doing so approximately three to seven days after score sheets are received.
  • An accurate predictor of performance on the secure TOEFL test.
  • Helpful in determining academic readiness and development needs.
  • Motivational for students wishing to improve their English proficiency.

http://www.ets.org

 

cerita ringan tentang kebosanan December 18, 2009

Ini sebuah cerita ringan tentang kebosanan.

Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.

Tamu :”Sebenarnya apa itu perasaan ‘bosan’, pak tua?”

Pak Tua :”Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, danmenginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu.”

Tamu :”Kenapa kita merasa bosan?”

Pak Tua :”Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki.”

Tamu :”Bagaimana menghilangkan kebosanan?”

Pak Tua :”Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya.”

Tamu :”Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?”

Pak Tua:”Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?”

Tamu :”Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua.”

Pak Tua :”Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang.”

Tamu: “Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?”

Pak Tua :”Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan
seterusnya.” Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.

Tamu :”Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?”

Pak Tua :”Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan.”

Tamu :”Contohnya?”

Pak Tua :”Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu.”

Lalu Tamu itu pun pergi.

Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.

Tamu :”Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaiban pun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?”

Sambil tersenyum Pak Tua berkata:

“Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan.

Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria.
Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan.

Segala sesuatu berasal dari pikiran.
Berpikir bosan menyebabkan kau bosan.
Berpikir ceria menjadikan kamu ceria.”

Sumber : Mutiara Hikmah

 

Lima Belas Alasan Merindukan Ramadhan

Filed under: EDUCATION,RELIGION — enjoyjambi @ 12:25 pm
Tags: , ,

Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, “Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus.”

Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini :

1. Gelar taqwa

    Taqwa adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi dari itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu.

    “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS al-Baqarah: 183) Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:

    a. Jalan keluar dari semua masalah Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini. “…Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (QS. Ath Thalaaq: 2) “…Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath Thalaaq: 4)

      b. Dicukupi kebutuhannya”Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya….”(QS. Ath Thalaaq: 3)

        c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan. “Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang

        d. menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. al-A’raaf: 35)

          2.  Bulan pengampunan

            Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi.

            Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, “Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni.”

            3.  Pahalanya dilipatgandakan

              Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, “Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipad gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya.” (HR. Bukhari Muslim)

              Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.

              4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup

                “Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu.”(HR Muslim)

                Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakukan, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi.

                Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.

                5. Ibadah istimewa

                  Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, “Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.” (HR Bukhari Muslim)

                  Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa.

                  Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.

                  Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur’an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.

                  Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam
                  sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.

                  Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.

                  6. Dicintai Allah

                    Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, “Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya.” (HR Bukhari)

                    7.  Do’a dikabulkan

                      “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdo’a apabila dia berdo’a, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.” (QS. al-Baqarah:
                      186)

                      Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdo’a tapi sebenarnya tidak berdo’a. Yaitu do’anya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? “maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku.”
                      Benar, berdo’a pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, “Tiga do’a yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan do’anya orang teraniaya. Allah mengangkat do’anya ke
                      awan dan membukakan pintu-pintu langit. ‘Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)

                      Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kecucian pakaian,
                      kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan do’a. Nabi
                      pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya
                      berdo’a kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan
                      do’anya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram,
                      pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa
                      dikabulkan doa’nya?

                      Jadi do’a itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di
                      bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita,
                      semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin
                      besar kemungkinan untuk dikabulkan do’a.

                      8. Turunnya Lailatul Qodar
                      Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking
                      mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS.
                      al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur’an
                      diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu.

                      Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam laulatul qodar itu jatuh pada
                      sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad,
                      “Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluhb
                      terakhir, malam keduapuluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau
                      duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa
                      mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap
                      ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang.”

                      Mengapa ditaruh diakhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena
                      dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah
                      suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.

                      Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur’an menyatakan, “Pada malam itu turun
                      malaikat-malaikat dan malaikat JIbril dengan izin Tuhan mereka untuk
                      mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan / kedamaian sampai
                      terbit fajar. (QS al-Qadr: 4-5)

                      Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi
                      kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan,
                      “Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan
                      tercetus suatu bisikan, ‘Ambil barang itu!’ Ada bisikan lain berkata,
                      ‘Jangan ambil, itu bukan milikmu!’ Bisikan pertama adalah bisikan setan.
                      Bisikan kedua adalah bisikan malaikat.” Dengan demikian, bisikan malaikat
                      selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada
                      seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus
                      bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.

                      9. Meningkatkan kesehatan
                      Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya,
                      dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa
                      alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk
                      ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat
                      jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum).

                      Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang
                      alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka,
                      kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total.

                      Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan
                      para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat
                      dengan pesat sekali. Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan
                      meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

                      Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker.
                      Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum.
                      Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti
                      bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka
                      akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin.

                      Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan
                      ampas, mempercepat regenasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di
                      dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ
                      reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh,
                      meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan
                      syaraf.

                      10. Penuh harapan
                      Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar
                      menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu
                      buka, wah… rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang
                      terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya’ Allah, menjadikan hidup
                      lebih bermakna.

                      “Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala
                      berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya.” (HR. Bukhari).

                      11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan
                      “Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan
                      dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak
                      diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil,
                      mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup.” (HR.
                      Bukhari)

                      12. Minum air telaganya Rasulullah saw
                      “Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka
                      puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang
                      sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain.

                      Mereka (para sahabat) berkata, ‘Wahai Rasulullah, tidak setiap kami
                      mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.’ Beliau
                      berkata, ‘Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski
                      dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu…Barangsiapa memberi
                      minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari
                      telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga.” (HR. Ibnu Khuzaimah
                      dan Baihaqi)

                      13. Berkumpul dengan sanak keluarga
                      Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah
                      hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan
                      Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu
                      yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan
                      saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang
                      berkumpul. Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan
                      lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu
                      terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik
                      kendaraan mudik ke kampung halaman.

                      Silahturahim dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung
                      kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang.
                      Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan
                      masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga
                      dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam,
                      sebagaimana dinyatakan hadis, “Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan
                      umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!” (HR.
                      Bukhari)

                      14. Qaulan tsaqiilaa
                      Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam
                      dan tadarus al-Qur’an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam
                      sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir (QS Al Muzzammil: 3).
                      Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan
                      melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya’ dengan berjamaah di
                      masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih.

                      Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa
                      dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat
                      malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur’an secara tartil (memahami maknanya).
                      Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang
                      luas dan mendalam, karena al-Qur’an memang sumber pengetahuan dan ilham.

                      Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian
                      mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan
                      yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka
                      orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan
                      kewibawaan.

                      15. Hartanya tersucikan Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat.
                      Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per
                      orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5
                      persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan
                      waktunya.

                      Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna
                      mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah
                      dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan
                      mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang
                      tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.

                      Sumber: Puslitbang Daarut Tauhiid
                      Pondok Pesantren Daarut Tauhiid

                       

                      Geoengineering December 15, 2009

                      Dalam Simposium Nobel Laureate di London akhir Mei lalu, Menteri Energi Amerika Serikat Prof Steven Chu melontarkan iide kontroversial, yaitu mengusulkan atap-atap rumah dan jalanan di cat putih dalam upaya mengurangi dampak pemanasan global.
                      Apa betul mengecat putih atap rumah bisa melawan kecenderungan pemansan global?? “Dengan mencerahkan warna seluruh atap dan jalan,ini setara dengan menghilangan seluruh kendaraan di dunia dari jalanan selama 11 tahun,” ujar peraih nobel Fisika tahun 1997 ini kepada The Times.
                      Permukaan atap atau jalanan yang berwarna lebih cerah akan meningkatkan kemampuan albedo, yaitu kemampuan Bumi memantulkan kembali radiasi sinar Matahari ke luar angkasa. Menurut Chu, atap berwarna pucat atau putih memiliki tingkst slbedo hinggs 0,8 (80 persen). Ini juga membuat rumah lebih dingin sehingga mengurangi pemakaian energi listrik, khususnya pendingin udara.
                      Ide Chu yang sederhana tetapi mengena tentang gerakan mengecat putih atap dan jalanan adalah bagian dari upaya yang kini tengah popular di perdebatkan, yaitu geoengineering (rekayasa kebumian). Ini adalah suatu paradikma baru melawa gejala pemanasan global dengan menggunakan bantuan rekayasa tekhnik dan geoogi guna membalikkan efek pemanasan.
                      Memutihkan atap dan jalanan adalh satu-satunya usulan geoengineering yang akan di sikapi secara serius oleh Pemerintah AS saat ini. Jika di terapkan di 100 kota besar di dunia, dampak gerakan ini setara dengan meghilangkan 44 miliar ton CO2 di udara.
                      Kebijakkan ini telah diImplementasikan secara bertahap di Negara Bagian California, AS. Usulan yang terdengar sederhana, tetapi tampaknya bakal sulit di terapkan jika tidak di ikuti kesadaran tinggi dari manusia untuk sedikit berkorban demi masa depan bumi.

                      Sumber : Kompas edisi Selasa, 4 Agustus 2009

                       

                      Rahasia Bahasa Bayi December 10, 2009

                      Filed under: EDUCATION — enjoyjambi @ 9:28 am
                      Tags: , ,

                      Priscilla Dunstan, seorang ibu dari Australia dengan sebuah kemampuan istimewa,  membuka rahasia bahasa bayi.

                      Ketika Priscilla masih balita, orangtuanya mengetahui bahwa dia memiliki memori fotografi untuk suara. Pada usia 4 tahun, ia bisa mendengar konser Mozart pada piano dan memainkannya kembali tanpa catatan. Priscilla mengatakan bakatnya telah membantunya mendengar khusus “bahasa kedua” di luarBahasa Inggris, memungkinkan dirinya untuk mendeteksi suasana hati dan bahkan mendiagnosa penyakit! “Orang lain mungkin akan mendengar dan mendapatkannya dari catatan tapi aku seperti mendapatkan seluruh simfoni,” kata Priscilla.

                      Untuk Info lebih lengkap dapat melihat di www.oprah.comatau memesan DVD nya langsung melalui DunstanBaby.com